SEJARAH SEBAGAI SUATU ILMU

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

 

Jika kita merenungkan secara mendalam maka kita akan mengetahui bahwa setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Masa lalu yang pantas dikenang, baik yang menyenangkan maupun yang membuat manusia sedih dalam hidupnya. Setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun dan seterusnya yang telah dilewati oleh manusia merupakan bagian dari masa lalu. Catatan-catatan mengenai masa lalu yang kita miliki sering disebut dengan istilah Sejarah.

Istilah sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata syajara dan syajarah. Syajara berarti terjadi dan syajarah berarti pohon yang kemudian diartikan silsilah(id.wikipedia.org,2011). Syajarah dalam arti silsilah berkaitan dengan babad, tarikh, mitos, dan legenda. Istilah syajarah diserap oleh bahasa-bahasa lain menjadi historia (Latin), history (Inggris), histoire (Perancis), geschiedenis (Belanda), dan lain-lain. Kata syajarah yang telah berubah menjadi sejarah masuk ke dalam perbendaharaan bahasa Indonesia melalui bahasa Melayu.).Sejarah, dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan (terutama untuk raja yang memerintah) (id.wikipedia.org,2011). Umumnya sejarah dikenal sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau.

Sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh orang perorang, keluarga, dan komunitas. Pengetahuan akan sejarah melingkupi: pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari Ilmu Budaya (Humaniora). Akan tetapi, di saat sekarang ini, Sejarah lebih sering dikategorikan sebagai Ilmu Sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis. Ilmu Sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di masa lalu. Sejarah dibagi ke dalam beberapa sub dan bagian khusus lainnya seperti kronologi, historiograf, genealogi, paleografi, dan kliometrik (id.wikipedia.org,2011)..

Sejarah sebagai salah satu ilmu sosial sudah sepantasnya penulis pelajari karena penulis menempuh pendidikan tinggi di jurusan yang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Sosial. Penulis juga merasa perlu mengetahui berbagai hal menarik tentang ilmu sejarah karena selain mempelajari masa lalu sejarah juga akan menuntun kita dalam menapaki masa depan. Berdasarkan atas beberapa hal di atas maka penulis merasa perlu guna mengangkat sejarah sebagai salah satu topik karya tulis yang disusun dalam bentuk makalah ini.

1.2  Rumusan Masalah

 

Berdasarkan latar belakang yang penulis telah paparkan, maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan yaitu sebagai berikut:

1.2.1        Bagaimana pengertian sejarah jika ditinjau dari berbagai pandangan?

1.2.2         Bagaimana karakteristik yang dimiliki sejarah?

1.2.3         Bagaimana fungsi dan peranan sejarah dalam kehidupan manusia?

1.2.4         Apa saja pembagian dan percabangan ilmu sejarah?

1.2.5         Apa teori-teori besar yang ada dan berkembang di masyarakat?

 

1.3  Tujuan

 

Adapun tujuan yang penulis ingin capai setelah penulisan dan penyususnan makalah ini antara lain adalah:

1.3.1        Mengetahui pengertian sejarah jika ditinjau dari berbagai pandangan

1.3.2         Mengetahui karakteristik yang dimiliki sejarah

1.3.3         Mengetahui fungsi dan peranan sejarah dalam kehidupan manusia

1.3.4         Menegetahui pembagian dan percabangan ilmu sejarah

1.3.5        Mengetahui teori-teori besar yang ada dan berkembang di masyarakat

 

1.4  Manfaat

 

Manfaat yang penulis harapkan dirasakan oleh berbagai pihak yaitu:

1.4.1        Bagi Penulis

Penulis berharap dengan selesainya makalah ini pengetahuan penulis akan ilmu-ilmu sejarah akan dapat bertambah. Selain itu penulis juga mengharapkan kemampuan penulis dapat terasah seiring dengan proses penyusunan dan pembuatan makalah ini.

1.4.2        Bagi Mahasiswa

Karya tulis ini memang jauh dari sempurna namun penulis harapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan ide bagi mahasiswa lain dalam penyusunan karya tulis. Selain hal itu mahasiswa lain diharapkan dapat terbantu dalam memahami ilmu sejarah.

1.4.3        Bagi Masyarakat umum

Masyarakat diharapkan mampu memahami fungsi dan tugas mahasiswa sehingga fungsi dan tugas tersebut dapat berjalan dengan baik khususnya dalam penyusunan dan pembuatan karya tulis.

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1    Pengertian Sejarah

 

Jika kita membahasa suatu hal, pengertian pertama yang dapat kita tarik dan rumuskan adalah pengertian secara etimologis atau urat kata. Pengertian ini adalah pengertian yang didapat dari berbagai istilah asing dan juga kata asing yang menjadi sumbernya. Berdasarkan aspek etimologis sejarah dapat kita kaji dari 4 bahasa asing yaitu :

  • Jika kita lhat dari bahasa inggris sejarah tersebut berasal dari kata History yang artinya Masa Lampau , catatan , cerita, peristiwa
  • Di jerman digunakan kata Geschicht yang berarti Telah terjadi ,
  • Belanda mengartikann kata Gischedinisch sebagai Kejadian, Peristiwa
  • Istilah sejarah yang kita gunakan hingga saat ini adalah kata yang berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata syajara dan syajarah. Syajara berarti terjadi dan syajarah berarti pohon yang kemudian diartikan silsilah. Syajarah dalam arti silsilah berkaitan dengan babad, tarikh, mitos, dan legenda. Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa kata sejarah yang berasal dari kata arab berarti masa lampau

Namun selain pengartian secara etimologis masih ada beberapa ahli yang merumuskan pengertian sejarah seperti yang telah tercantum di dalam suatu artikel yang berjudul Pengertian Sejarah yang ditulis oleh Wiyanto Dwijo Hardjono, S.Pd. Ahli sejarah tersebut antara lain adalah

  • Dr. R. Ruslan Abdul Gani : Sejarah adalah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistema
    tic perkembangan masyarakat serta manusia di masa lampau beserta kejadian-kejadian.
  • Prof. Dr. H. Muh. Yamin : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan bberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan ( fakta-fakta ).
  • Patrick Gardiner : Sejarah merupakan suatu ilmu yang mempelajari apayang telah diperbuat manusia.
  •  W.H. Walsh : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang menitik beratkan pada pencatatan yang berarti dan
    penting bagi manusia.
  • JV. Bryce : Sejarah adalah catatan dari apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
  • R. Moh. Ali : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang menitik beratkan pada pencatatan yang berarti dan penting bagi manusia.

Berdasarkan pengertian sejarah baik secara etimologis maupun dari para ahli maka kita dapat mengetahui bahwa sejarah itu adalah

  • Kejadian-kejadian, pereistiwa seluruhnya yang berhubungan dengan manusia, benda yang secara menyebabkan perubahan dalam kehidupan manusia.
  • Peristiwa yang tersusun secara sistematis melalui penelitian
  • Ilmu yang mempelajari perkembangn peristiwa atau kejadian pada masa lampau

Jadi dapat disimpulkan bahwa sejarah itu adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian masa lampau dalam kehidupan manusia.

2.2    Karakteristik Sejarah

 

Selain memiliki ciri-ciri sebagai ilmu, sejarah (sebagai kisah) juga memiliki karakter tersendiri. Karakteristik ini memandang dan menganalisis sesuatu berdasarkan sifat, waktu, dan sifat faktanya. Karakteristik sejarah yang paling mendasar seperti yang diuraikan dalam Materi Penyuluhan Workshop Penelitian dan Pengembangan Kabudayaan yang ditulis oleh A. Sobana Hardjasaputra adalah:

  1. Sifat Peristiwa

Sifat peristiwa sejarah menyangkut hakekat dan makna peristiwa serta

keunikan peristiwa.

  • Hakekat dan Makna Peristiwa

Seperti telah disebutkan, obyek sejarah sebagai ilmu adalah peristiwa. Akan tetapi, tidak segala peristiwa termasuk ke dalam lingkup sejarah (sebagai kisah). Peristiwa yang menjadi obyek kajian ilmu sejarah hanya peristiwa yang menyangkut kehidupan manusia secara langsung, dan memiliki signifikansi (arti/makna penting) serta besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia secara luas. Hal itu berarti, sejarah adalah ilmu tentang manusia, tepatnya ilmu tentang pengalaman dan kiprah manusia di masa lampau.

  • Keunikan Peristiwa

Selain hakekat dan makna peristiwa, studi sejarah juga ditujukan pada keunikan peristiwa. Keunikan itu mungkin menyangkut individu, isnstitusi, situasi, bahkan mungkin juga ide. Keunikan unsur-unsur peristiwa itu menjadi bahan pertanyaan, mengapa? (why?). Oleh karena itu, keunikan peristiwa merupakan salah satu alasan bagi pemilihan topik penelitian sejarah. Contoh peristiwa unik antara lain:

  • Kedudukan bupati zaman Hindia Belanda (1808-1942).

Pada zaman Hindia Belanda, sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal H.W. Daendels (1808-1811), bupati dijadikan pegawai pemerintah kolonial. Namun kedudukannya sebagai bupati dalam arti kepala pemerintahan kabupaten dan pemimpin tradisional terus berlangsung. Berarti bupati waktu itu memiliki kedudukan rangkap yang bersifat unik.

  1. Perspektif Waktu

Penelitian dan penulisan sejarah mengacu pada periodisasi (pembabakan waktu). Peristiwa yang dikaji harus jelas ruang-lingkup temporalnya.

  1. Sifat Fakta

Penulisan sejarah harus berdasarkan fakta. Fakta sejarah adalah hasil seleksi atas sifat fakta (kuat atau lemah). Berarti tidak setiap fakta adalah fakta sejarah.

 

2.3    Fungsi Sejarah

Fungsi umum sejarah adalah sebagai sumber pengetahuan. Sejarah (sebagai kisah) merupakan media untuk mengetahui masa lampau, yaitu mengetahui peristiwa-peristiwa penting dengan berbagai pemasalahannya. Peristiwa-peristiwa yang menjadi obyek sejarah syarat dengan pengalaman penting manusia yang penting artinya sebagai pelajaran. Atas dasar itulah lahirnya motto atau slogan mengenai sejarah, seperti “Sejarah adalah obor kebenaran”, “Sejarah pedoman untuk membangun masa depan”, “Belajarlah dari sejarah”, dll. Bung Karno (alm.) berpesan “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” (“JASMERAH”).

Dalam fungsi umum itu terkandung fungsi khusus sejarah, yaitu fungsi sejarah secara lebih luas. Fungsi khusus sejarah terbagi atas fungsi intrinsic (fungsi hakiki, fungsi yang melekat pada dirinya) dan fungsi ekstrinsik (fungsi ke luar dirinya).

  1. Fungsi Intrinsik

Ada beberapa fungsi intrinsik sejarah. Akan tetapi, fungsi intrinsik sejarah yang paling utama adalah sebagai media untuk mengetahui masa lampau dan sebagai ilmu.

  1. Fungsi Ekstrinsik

Sama halnya dengan ilmu-ilmu lain, sejarah sebagai ilmu memiliki fungsi ekstrinsik. Fungsi sejarah yang penting untuk dipahami adalah fungsi edukatif. Fungsi edukatif sejarah mencakup :

  • Pendidikan nalar (penalaran)

Mempelajari sejarah secara kritis, atau menulis sejarah secara ilmiah, akan mendorong meningkatkan daya nalar orang yang bersangkutan. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: Pertama, sejarah sebagai ilmu menjelaskan latar belakang terjadinya suatu peristiwa. Ternyata penyebab terjadinya suatu peristiwa tidak hanya satu faktor, melainkan beberapa faktor yang saling berkaitan (kekuatan sejarah). Contoh, terjadinya Peristiwa G 30 S/PKI 1965. Berarti sejarah mendidik orang berpikir plurikausal (multidimensional) (multidimensional), bukan berpikir monokausal. Kedua, sejarah sangat memperhatikan waktu (kronologis-diakronis). Berarti sejarah mendidik kita memiliki daya nalar untuk memperhatikan waktu dalam menjalani kehidupan (wal ashri). Ketiga, sejarah harus ditulis berdasarkan fakta. Akan tetapi tidak setiap sumber memuat fakta, dan tidak setiap fakta adalah fakta sejarah. Berarti sejarah mendidik kita untuk memiliki daya nalar yang dilandasi oleh sikap kritis.

  • Pendidikan moral

Sejarah syarat dengan pendidikan moral, karena sejarah mengungkap peristiwa yang pada dasarnya memuat dua sifat, yaitu baik dan buruk, benar dan salah, berhak dan tidak berhak, cinta dan benci, dan lain-lain.

  • Pendidikan kebijakan/kebijaksanaan

Peristiwa atau masalah tertentu, baik secara tersurat maupun tersirat menunjukkan adanya kebijakan atau kebijaksanaan. Kebijakan/kebijaksanaan di masa lampau sangat mungkin dapat dijadikan bahan acuan dalam menghadapi kehidupan di masa kini. Berarti sejarah memiliki fungsi pragmatis.

  • Pendidikan politik

Sejarah mengandung pendidikan politik, karena peristiwa tertentu menyangkut tindakan politik atau kegiatan bersifat politik.

  • Pendidikan mengenai perubahan

Sejarah adalah proses yang menyangkut perubahan. Pada dasarnya kehidupan manusia terus berubah, walaupun kadar perubahan dari waktu ke waktu tidak sama. Perubahan itu terjadi karena disengaja atau tidak disengaja.

  • Pendidikan mengenai masa depan

Dengan mempelajari sejarah secara baik dilandasi oleh sikap kritis, akan dapat memprediksi, bagaimana kira-kira kehidupan di masa depan. (“Sejarah pedoman untuk membangun masa depan”).

  • Sejarah sebagai ilmu bantu

Fungsi edukatif sejarah juga ditunjukkan oleh sejarah sebagai ilmu bantu. Sejarah sebagai pengetahuan dan ilmu dapat membantu menjelaskan permasalahan yang dikaji oleh ilmu-ilmu lain (antropologi, sosiologi, ekonomi, politik, hukum, dll.).

2.4    Pencabangan Sejarah

 

Berdasarkan artikel yang berjudul sejarah di id.wikipedia.org ilmu sejarah dapat dibagi menjadi kronologi, historiografi, genealogi, paleografi, dan kliometrik.

  • Kronologi adalah istilah yang artinya diambil dari bahasa Yunani chronos yang artinya waktu dan -logi yang artinya ilmu maka disimpulkan kronologi adalah ilmu yang mempelajari waktu atau sebuah kejadian pada waktu tertentu. Adapun kronologi digunakan dan bermanfaat pada sebuah kejadian baik kriminal maupun nonkriminal. Kronologi sering diajarkan pada badan badan hukum untuk mengetahui kapan dan persisnya suatu kejadian atau tindak pidana terjadi
  • Paleografi (Yunani παλαιός palaiós, “kuno” dan γράφειν graphein, “menulis”) adalah ilmu yang meneliti perkembangan bentuk tulisan atau tulisan kuno. Paleografi dalam banyak kasus merupakan prasyaratan untuk mendalami filologi atau ilmu kebukuan.
  • Kliometrik yang kadang disebut sejara ekonomi yang baru adalah aplikasi sistemik dari teori-teori, dan teknik ekonomi serta ilmu-ilmu matematika yang lain yang digunakan untuk mempelajari sejarah.
  • Historiografi adalah adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.
  • Genealogi (bahasa Yunani: γενεά, genea, “keturunan” dan λόγος, logos, “pengetahuan”) adalah kajian tentang keluarga dan penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya. Ahli genealogi menggunakan berita dari mulut ke mulut, catatan sejarah, analisis genetik, serta rekaman lain untuk mendapatkan informasi mengenai suatu keluarga dan menunjukkan kekerabatan dan silsilah dari anggota-anggotanya. Hasilnya sering ditampilkan dalam bentuk bagan (disebut bagan silsilah) atau ditulis dalam bentuk narasi.

2.5    Teori dan Pandangan Ahli tentang Sejarah

 

Salah satu kutipan yang paling terkenal mengenai sejarah dan pentingnya kita belajar mengenai sejarah ditulis oleh seorang filsuf dari Spanyol, George Santayana. Katanya: “Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya.”

Filsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam pemikirannya tentang sejarah: “Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan pengalaman: bahwa manusia dan pemerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya.” Kalimat ini diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill, katanya: “Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya. “Winston Churchill, yang juga mantan jurnalis dan seorang penulis memoar yang berpengaruh, pernah pula berkata “Sejarah akan baik padaku, karena aku akan menulisnya.” Tetapi sepertinya, ia bukan secara literal merujuk pada karya tulisnya, tetapi sekadar mengulang sebuah kutipan mengenai filsafat sejarah yang terkenal: “Sejarah ditulis oleh sang pemenang.” Maksudnya, seringkali pemenang sebuah konflik kemanusiaan menjadi lebih berkuasa dari taklukannya. Oleh karena itu, ia lebih mampu untuk meninggalkan jejak sejarah — dan pemelesetan fakta sejarah — sesuai dengan apa yang mereka rasa benar.

Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga tidak mungkin dapat diubah oleh usaha manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang dapat mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat gambaran secara keseluruhan. Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, karena setiap kejadian sejarah adalah unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan berlangsungnya suatu kejadian sejarah; tidak mungkin seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu kejadian di masa lampau tidak dapat secara sempurna diterapkan untuk kejadian di masa sekarang. Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pelajaran sejarah tetap dapat dan harus diambil dari setiap kejadian sejarah. Apabila sebuah kesimpulan umum dapat dengan seksama diambil dari kejadian ini, maka kesimpulan ini dapat menjadi pelajaran yang penting. Misalnya: kinerja respon darurat bencana alam dapat terus dan harus ditingkatkan; walaupun setiap kejadian bencana alam memang, dengan sendirinya, unik.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan diatas dapat penulis simpulakan berbagai hal sebagai berikut yaitu :

  • Sejarah itu adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian masa lampau dalam kehidupan manusia.
  • Selain memiliki ciri-ciri sebagai ilmu, sejarah (sebagai kisah) juga memiliki karakter tersendiri. Karakteristik ini memandang dan menganalisis sesuatu berdasarkan sifat, waktu, dan sifat faktanya.
  • Fungsi umum sejarah adalah sebagai sumber pengetahuan. Sedangkan fungsi khusus sejarah terbagi atas fungsi intrinsic (fungsi hakiki, fungsi yang melekat pada dirinya) dan fungsi ekstrinsik (fungsi ke luar dirinya).
  • Ilmu sejarah dapat dibagi menjadi kronologi, historiografi, genealogi, paleografi, dan kliometrik.
  • Pandangan dan teori dari para ahli dapat disimpulkan yaitu kita harus bisa belajar drioi sejarah dan tidak sekali-sekali melupakannya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, T. dan A. Surjomihardjo. 1985. Ilmu Sejarah dan Historiografi; Arah dan Perspektif. Jakarta: Gramedia.

Gazalba, S. 1981. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Bhratara.

Hardjasaputra A. Sobana. 2008.  “ Meode Pneleitian Sejarah “ di dalam Materi Penyuluhan Workshop Penelitian dan Pengembangan Kabudayaan. BPSBP:Bandung

Hardjono, Wiyanto Dwijo ,S.Pd. 2011. “Pengertian sejarah”  termuat di situs http://mustwiebagoes.blogspot.com/2008/02/pengertian-sejarah.html. Diakses 13 Maret 2011

Hariyono. 1995. Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta: Pustaka Jaya.

Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang.

_____. Sejarah. Termuat di situs id.wikipedia.org. Diakses 13 Maret 2011

2 thoughts on “SEJARAH SEBAGAI SUATU ILMU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s